Assallamualaikum.wr.wb Saya Dr.Joko Sutanto.SPoG sebagai Dokter Ahli Kandungan mengklarifikasikan komentar yang akhir-akhir ini telah memojokkan Pengobatan Aborsi Indonesia yang mana telah kami rintis12tahun yang telah dengan susah payah dan cucuran air mata. Semuanya itu adalah fitnah. Karena persaingan BISNIS yang tidak sehat. Ingat FITTNATULL JANNAH!!! ” JANGAN TERTIPU DENGAN HARGA YANG MURAH KARENA JELAS-JELAS MURAHAN DAN MUTU KURANG BAGUS CARI YANG STANDART HARGA DENGAN KWALITAS BAGUS.
“Bahwasanya saya Dr.Joko Sutanto tidak pernah tidak memberikan pertolongan yang mana menjadi hak si Pasien yang telah mencoba mengobati sendiri dan/atau memesan sesuatu dari pengobatan Aborsi Indonesia. Kami memberikan yang terbaik dari yang baik yang pernah ada di pengobatan manapun”
Catatan: ” Aborsi itu adalah suatu tindakan yang benar-benar serius dan NYAWA taruhannya dan jangan membeli produk yang pokok murah dan murahan. Kasihan pada pasangan kita yang akan menanggung banyak penyakit didalam OVARIUMnya.” Wassalam Dr.Joko Sutanto.SpOG
Jangan Mudah Percaya pada Blog yang mengiklankan obat aborsi dengan memamerkan izin dari DINAS KESEHATAN .karena Aborsi Tidak Pernah di Legalkan di Indonesia.
dari segi promosi saja sudah terlihat suatu Kebohongan yang amat besar,maka saran saya sebagai seorang dr.Joko Sutanto.SpOG,Telitilah Sebelum Bertindak karena Aborsi adalah Masalah Serius yang hanya terjamin keamanan nya bila dilakukan dengan tindakan Medis.
Saya dilahirkan di kota Kembang Bandung, 14 Desember 1956 dari ayah seorang tentara dan ibu seorang guru. Sebagai “anak kolong” saya sangat menikmati masa kecil saya bersama adik-adik saya dua laki-laki dan dua perempuan. Sebagai anak sulung tentunya memiliki tanggung jawab dalam memberi contoh pada keempat adik saya. TK dan SD Priangan di JL. Bares, serta SMP Negeri II Jl. Sumatera, kesemuanya di Bandung, telah menempa saya sebagai remaja yang punya banyak teman. Mulai dari bermain galasin, layang-layang, kelereng, dan ngabuburit pada bulan puasa di alun-alun bersama dengan teman-teman sebaya pada masa itu merupakan kenangan yang tidak dapat terlupakan. Karena tugas ayah saya sebagai seorang tentara, mengakibatkan kehidupan saya dan keluarga berpindah dari satu kota ke kota lainnya, yang dimulai dari Karang Nunggal, Tasik, Garut, Bandung dan akhirnya pindah ke Jakarta.
SMP Negeri I Jakarta dan SMA IV Jakarta Jl. Batu adalah tempat saya menimba ilmu di sekolah lanjutan. Alhamdulillah pada tahun 1975, saya lulus dari SMA IV dan sekaligus diterima di tiga perguruan tinggi negeri, yaitu Fakultas Kedokteran UI, Fakultas kedokteran UNAIR, dan Teknologi industri ITB. Dari ketiga pilihan tersebut Fakultas Kedokteran UI adalah pilihan saya karena menjadi seorang dokter merupakan cita-cita saya sejak kecil,seperti “dr. Kildare”, serial film televisi yang menjadi favorit saya karena dalam pemikiran saya waktu itu sebagai dokter kita bisa dekat dengan segala lapisan masyarakat yang ada. Saya ingin bisa seperti “dia”, itu cita-cita saya.
Lulus Fakultas Kedokteran UI tahun 1981 saya mengikuti wajib kerja sarjana (istilah sekarang dokter PTT) di Puskesmas Palas Lampung Selatan. Cita-cita saya untuk berinteraksi dengan masyarakat terwujud sudah. Berbagai persoalan yang bukan hanya masalah kesehatan datang silih berganti dan membutuhkan berbagai solusi. Saya sempat mendirikan SMA dan sekaligus menjadi Kepala Sekolah, mengajar Bahasa Inggris, di SMP dan SMA, sekaligus guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan). Disitulah saya bergaul dengan berbagai problema remaja, masalah seks, pacaran, hamil diluar nikah, komplikasi aborsi di dukun dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut mendorong saya untuk mengambil spesialisasi di bidang kebidanan dan penyakit kandungan. Terpilihnya saya sebagai Dokter Puskesmas Teladan se-Propinsi Lampung tahun 1985 memudahkan saya untuk mengikuti pendidikan spesialisasi.
Lulus sebagai dokter kandungan tahun 1990, saya diharuskan kembali mengikuti wajib kerja sarjana II sebagai dokter spesialis. Saya memilih tempat terpencil agar waktunya pendek, karena saya sudah memiliki dua orang putri yang masih kecil-kecil. RSU Masamba, Kabupaten Luwu Sulsel, di sanalah saya menjalankan tugas sebagai dokter kandungan selama satu setengah tahun, yang letaknya 600 km dari Makassar, namun hal itu tidak membuat saya kecil hati. Di samping melayani kasus-kasus kandungan, saya pun mengajari calon bidan desa di SPK Palopo. Banyaknya masalah perselingkuhan dan aborsi membuat saya ingin mendalami masalah seksologi yang merupakan bagian dari ilmu kandungan. Pada saat saya menyelesaikan pendidikan spesialisasi di UI, maka selesai sudah kewajiban saya pada negara, dengan dua kali mengikuti wajib kerja sarjana. Dalam pikiran saya saat itu adalah, saya ingin menjadi dokter yang mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan seks dan kesehatan reproduksi.
Berbagai seminar dan kongres singkat baik di dalam maupun di luar negeri mengenai seks dan kesehatan reproduksi saya ikuti untuk menambah wawasan pengetahuan, yang pada waktu itu masih dianggap tabu oleh masyarakat. Pengalaman – pengalaman itu menyebabkan saya banyak diundang sebagai pembicara di berbagai tempat, mulai Dharmawanita, ibu-ibu pengajian, pesantren, perguruan-perguruan tinggi bahkan Lemhanas. Saya sangat teringat kata – kata ibu saya, bahwa : “mengajar itu tidak harus hanya di depan kelas, atau menjadi dosen, tapi kita dapat menjadi guru dimana saja dan bagi siapa saja yang membutuhkan ilmu kita”. Darah ibu saya rupanya mengalir kuat pada diri saya.
Profesi saya sebagai dokter, yang menginginkan setiap keluarga, khususnya pasangan suami istri yang sehat dan harmonis, mendorong saya dan teman-teman saya mendirikan Klinik Pasutri, di mulai dari menyewa tempat yang kecil perlahan-lahan berkembang untuk menjadi klinik yang lengkap. Bersama-sama dengan saudara dan keluarga saya, saya ingin mengembangkan Klinik ini menjadi lebih baik, lebih lengkap dan lebih dapat melayani kebutuhan Pasutri ( Pasangan Suami Istri).
Kesibukan ceramah dan undangan di berbagai tempat, lalu mengasuh rubrik di beberapa media massa, siaran radio sangatlah menyita waktu. Saya membutuhkan orang yang dapat mengatur waktu saya, memanage seluruh agenda kegiatan saya. Atas dasar kebutuhan itu maka terbentuklah “Joko Enterprise (Managemen Dr. Joko)”, di ulang tahun saya yang ke 43.
Cita-cita saya sejak kecil untuk memberikan solusi bagi segala macam permasalahan kesehatan pun boleh terwujud dengan adanya Portal Kesehatan www.tokoaborsi.co.cc yang merupakan pengembangan dari Joko Enterprise setelah dua tahun berjalan.
Selain Klinik Pasutri,Joko Enterprise dan aborsi.co.cc, saya juga mendirikan PT.NET MEDICAL FINANCE (Produk WISH Natural Skin Care), DNB Records dan Klinik Pasutri Cabang Bogor.
Bagaimanapun, almarhum ayah saya selalu mengingatkan “Joko ,jika kamu dapat memimpikannya, maka kamu dapat mewujudkannya,”. Hal itu diucapkannya ketika saya berlari pagi bersama ayah di bawah rimbunnya pohon mahoni di jalan Bengawan Bandung hampir 40 tahun yang lalu.
Memang benar, bagi saya masa lalu hanyalah kenangan, sementara masa depan penuh ketidakpastian. Yang penting adalah saat ini di mana saya bisa mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Tuhan pada saya sambil mewujudkan impian di masa yang akan datang dan berkembang bersama istri dan ketiga anak saya serta saudara-saudara yang tumbuh dan berkembang bersama saya.
- SAYA HANYA SEORANG PENYEDIA SOLUSI BAGI YANG MEMBUTUHKANNYA.





